Melihat Pontensi Produk di Search Engine

Tulisan ini saya peruntukkan bagi temen-temen yang belum tahu bagaimana melihat potensi produk di search engine (Google, Bing, Yahoo, dll).

Kalau kita memasarkan produk lewat search engine, kita menggunakan acuan jumlah pencarian yang sudah ter-rekam oleh google dan tools pihak ketiga.

Cara melihat datanya kita bisa menggunakan beberapa alat seperti Neilpatel ubersuggest, Google Keyword Planner (GKP), atau Arefs.com.

Dari data tersebut kita bisa memutuskan langkah selanjutnya, apakah akan diiklankan lewat Google Ads, atau di optimasi SEO.

Saya sendiri lebih ke SEO-nya, jadi startnya bukan dari produk, tapi dari data.

Sebenarnya kalau main di search engine, bahasanya bukan memasarkan sih…, tapi lebih ke menyodorkan barang yang mereka butuhkan, karena jelas-jelas mereka lagi butuh barang, dan mereka mencarinya di search engine.

Saya contohkan pakai neilpatel.

Langsung saja kunjungi situsnya dan masukkan keyword yang kita bidik.

Saya menggunakan contoh keyword “sewa mobil jakarta“, hasilnya bisa dilihat pada gambar berikut:

sewa mobil jakarta

Pada gambar di atas kita bisa melihat tab KeywordVol, CPC, PD, dan SD. Kita fokus pada Keyword dan Vol saja.

Keyword adalah kata kunci yang orang tulis di search engine.

Vol (volume) adalah data jumlah pencarian dimesin pencari perbulan. Berarti untuk mengetahui berapa jumlah pencarian perharinya, kita tinggal membaginya menjadi 30 hari.

Pada kasus sewa mobil jakarta pencarian sekitar 400an perhari, karena 12.100 dibagi 30 hari.

Berapa keuntungannya?

Kita asumsikan dari 400 pencarian perhari, bisa closing sampai 20%, berarti sekitar 80 transaksi.

Harga sewa mobil kita asumsikan Rp. 350.000 (setiap daerah berbeda).

Maka omset yang bisa kita dapatkan sehari sekitar 28jt.

Perlu diingat! Data-data tersebut baru asumsi saya, dilapangan mungkin nggak sebesar itu atau bahkan lebih besar dari itu, jadi perlu diriset lebih mendalam.

Perlu Anda ketahui, pencarian setiap hari nggak selalu stabil.

Ada kalanya pencarian sangat tinggi, tapi pada waktu-waktu tertentu pencarian sangat sedikit.

Anda bisa gunakan google trens untuk melihat tren pencarian. Jangan lupa setting negara yang dituju dan range waktu yang ingin dilihat.

google trens

Dari data google trens di atas, Anda bisa melihat trens pencarian ada dibulan Juni.

Tinggi rendahnya pencarian bisa dipengaruhi dari aktifitas masyarakat.

Mungkin lagi moment liburan atau lebaran.

Gitu aja, semoga Anda tercerahkan.

Kalau ada pertanyaan dan diskusi bisa tulis di kolom komentar.

Kalau mau kerja sama bisa hubungi saya disini.

Leave a Comment