BAB (Before-After-Bridge) dalam Copywriting

BAB dalam Copywriting – “Marketing yang bagus itu,” kata Ryan Deiss, seorang internet marketer, “secara sederhana menjelaskan perubahan dari kondisi ‘sebelum’ menuju kondisi ‘sesudah’.”

Nah, dari premis itulah mengapa formula BAB ini penting.

Kepanjangannya adalah Before-After-Bridge.

 

B = BEFORE

Menceritakan kondisi prospek sekarang. Apa saja masalah yang dialaminya. Atau, apa situasi, masalah, dan keadaan sebelum menggunakan produk.

 

A = AFTER

Menceritakan perubahan apa yang akan didapat oleh prospek setelah menggunakan produk atau jasa Anda. Ceritakan secara rinci kondisi ideal yang akan diperolehnya.

 

B = BRIDGE

Apa yang Anda lakukan secara rinci untuk mengubah dari kondisi Before menuju kondisi After.

 

Misalkan begini:

Before: Sudah mencoba berbagai cara tetapi tak kunjung bisa menerbitkan buku pertamamu?

After: Bagaimana bila ada sebuah solusi bernama MahirMenulis.com, di mana Anda belajar tak hanya mampu menulis dan menerbitkan buku, tetapi juga ilmu penting lainnya dalam penulisan, hanya dalam waktu 30 hari!

Bridge: Saya akan menunjukkan kepada Anda caranya dengan telah menyiapkan 250 materi pembelajaran yang bebas Anda akses dari mana saja!

 

Inti dari teknik ini adalah Anda mengorek kondisi sekarang, tawarkan solusi yang Anda punya, dan tunjukkan bagaimana caranya.

Tiga kunci itu yang membuat teknik ini selalu berhasil.

Leave a Comment